Hari yang dag dig dug

Dag Dig Dug hari ini sungguh Dag Dig Dug. Bagaimana tidak ? Dag Dig Dug.
Mata memandang ke Siaran TV Trans TV untuk menghilangkan Dag Dig Dug ini.

Dag Dig Dug tetap saja suara itu datang. Bergetar rasanya hati ini. Kuelus dadaku ini agar menghilangkan suara Dag Dig Dug tadi.

Dag Dig Dug. dag dig dug. Suara itu mengecil. Lega rasanya mendengar suara Dag Dig Dug itu perlahan lahan menjadi senyap. Kubuka Handphone ku dan mengecek dunia maya.

Dag Dig Dug. Dag Dig Dug. Datang lagi suara itu mengusik diriku di hari ini. Oke saatnya mencari info agar suara ini hilang di hari ini.

Kuputar handphone Sony Ericsson ku dan kuajak dangsa dengan jariku. Si jempol beradu manis dengan touch pad Sony Ericsson ku. Tat Tit Tut Tat Tit Tut. Rrrrrrrr

Suara sambung ku dengar. Rrrrr. Rrrrrrr. Rrrrrrr. Tit tit bzzzz. Bzzzz. Bzzzz. Astaga apa yang terjadi ????

Dag DIG DUG. Dag DIG DUG. DAG DIG DUG. Hati ini bukan lagi bergetar tetapi berdetak tajam dan keras. Napasku mulai terasa berat.

Damn. What happen ? Kutahan napaskuu dan tiba tiba lampu di otakku menyala. Ohh itu karena telepon tujuan sudah menjadi Fax sehingga tidak lagi berbunyi Rrrrr.

Dengan cepat kuancam si jempol untuk bisa cepat menghubungi orang yang kumaksud. Si jempol dengan tenang memencet angka 9 yang sudah diset oleh si cantik Sony Ericcson menjadi Quick Dial. Titt

Tutttt. Tutttt. Haha kalau ke Handphone tidak ada lagi masalah Fax sialan itu.

Halo ? terdengar suara di ujung sana.

Kujawab dengan cepat. Bagaimana ?

Terdengar lagi suara balasan yang membuat diriku menjadi Dingin.

Belum !

Ku hang Up Handphone ku

Arghh

Dag Dig Dug Dag Dig Dug

Iklan
Published in: on Desember 23, 2009 at 11:59 am  Tinggalkan sebuah Komentar