Tren Gaya Rambut 2010

Buat para femme femme yang suka betrend rambut. Silakan baca artikel ini

VIVAnews – Berbeda dari tren 2009 lalu, ketika gaya rambut pendek sangat mendominasi, pada 2010 mendatang tren gaya rambut tidak hanya terfokus pada satu potongan. Kreasi dan penataan, lebih menjadi fokus pada tren gaya rambut 2010.

Rambut pendek, medium atau panjang tetap menjadi bagian dari tren tergantung dari kreativitas penataan sehingga membuatnya terlihat tidak monoton.

– Rambut Pendek

Gaya rambut pendek, ternyata masih bertahan pada 2010. Rambut pendek bisa terlihat lebih modern dengan penataan yang baru. Buatlah ujung-ujung rambut terlihat lebih runcing dan fokus pada satu sisi. Penampilan Anda bisa menjadi lebih muda dan chic.

Membuat rambut pendek model bob sedikit bergelombang di bagian belakang juga salah satu cara untuk memperbarui penampilan. Hal tersebut dilakukan Victoria Beckham untuk membuat penampilannya terlihat baru. Potongan rambut pendek ini, cocok untuk Anda yang berwajah oval atau tirus.

– Rambut medium

Jika rambut berpotongan tanggung, tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek, Anda bisa melakukan banyak hal untuk menatanya. Membuatnya sedikit bergelombang atau meluruskannya adalah salah satu cara agar rambut terlihat baru dan berbeda.

Potongan layer bisa untuk membuat rambut tanggung terlihat lebih bervolume. Sedangkan untuk rambut keriting, potongan layer bisa membuatnya lebih mudah ditata.

– Rambut panjang

Layer-layer panjang masih menjadi andalan untuk gaya rambut 2010 dan sangat cock bagi Anda yang memiliki pipi berisi karena menimbulkan kesan langsing. Agar penampilan terlihat lebih lebih segar buatlah layer-layer tersebut bergelombang untuk menimbulkan kesan glamor.

Berbagai alat elektronik untuk menata rambut sudah banyak tersedia di pasaran. Jangan malas untuk berkreasi dengan alat-alat tersebut agar rambut panjang Anda tidak terlihat monoton. Gaya rambut Blake Lively yang panjang dengan layer bergelombang besar bisa Anda tiru untuk memperbarui penampilan rambut.

diambil dari sini

Published in: on Desember 21, 2009 at 7:22 am  Comments (2)  

Membuat Diri Lebih Diterima

Dalam matrik sosial terkadang anda mendapati posisi dimana anda merasa tidak diterima dalam lingkungan pergaulan anda. Contohnya apabila anda sedang diajak makan-makan oleh teman anda dan anda mengiyakannya. Tetapi dalam perbincangan meja makan anda merasa diri anda tidak diterima oleh temannya teman anda (merasa masih ada ice wall) apalagi teman temannya anda itu adalah seorang wanita. Semoga artikel dibawah ini membantu mindset agar merasa diri lebih diterima.

Membuat Diri Lebih Diterima

Anda sudah mengetahui bagaimana membuat orang lebih menyukai Anda dengan TAR Effect tempo hari, kini kombinasikan dengan membuat diri Anda lebih diterima dan dianggap menyenangkan oleh lawan bicara Anda sesuai prinsip Acceptance Prophecy.

Danu Anthony Stinson, dari University of Waterloo, menulis hasil penelitiannya tentang Acceptance Prophecy di Personality and Social Psychology Bulletin sebagai berikut:

“People’s expectations of acceptance often come to create the acceptance or rejection they anticipate. The authors tested the hypothesis that interpersonal warmth is the behavioral key to this acceptance prophecy: If people expect acceptance, they will behave warmly, which in turn will lead other people to accept them; if they expect rejection, they will behave coldly, which will lead to less acceptance.“

Dalam bahasa Indonesia sederhananya adalah Anda akan lebih diterima oleh orang lain ketika Anda berpikir Anda akan diterima oleh mereka. Sebaliknya, jika Anda berpikir orang tersebut akan menolak/risih, maka kita secara tak sadar akan bersikap demikian yang memancing mereka bersikap sama.

Ini sepertinya bukan sebuah pencerahan ajaib dari segi ilmu pengetahuan, tapi dari segi aplikasi sehari-hari, berapa banyak orang yang melanggar prinsip ini dan malah menyalahkan orang lain jika mereka diperlakukan kurang baik? Berapa banyak pasangan pria dan wanita yang sebenarnya dapat menikmati cinta dan romansa dengan baik, namun malah saling menyakiti satu sama lain karena secara tidak sadar melanggar prinsip ini?

Prinsip ini jauh lebih mudah diamati dalam konteks ngehit. Pria yang sudah keterlaluan takutnya dan membayangkan penolakan sebelum mengobrol dengan seorang wanita asing, sudah nyaris dipastikan akan mendapat respon persis sama seperti ekspektasinya tersebut. Dalam setiap interaksi sosial, kedua belah pihak pasti memiliki tingkat kecemasan dan ketidaknyamanan yang sama.

Coba pikirkan rasa takut dan bingung yang sang wanita rasakan ketika ia diajak mengobrol oleh orang yang sama sekali asing. Anda mungkin saja terlihat rapih dan bersih, namun tetap saja ada alarm kecil yang menyala dalam dirinya agar berhati-hati pada Anda. Sekalipun dia mengalami jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap Anda, itu tidak akan menghilangkan rasa cemasnya, malah memperparah karena kini ia merasa sangat awas atau sadar terhadap dirinya; takut dirinya dianggap buruk, kurang menyenangkan oleh Anda.

Lalu bayangkan apa yang terjadi pada tingkah Anda jika Anda tenggelam dalam perasaan malu, takut, panik, dan bingung yang sama atau bahkan lebih parah… Dalam istilah neuro-linguistic programming, Anda sedang melakukan pacing dan mengkonfirmasi rasa cemas dan tidak nyaman sang wanita. Tidak heran jika seiring waktu, dia akan bersikap makin dingin dan resah ketika meladeni obrolan Anda.

Sadari kebiasaan buruk tersebut dan kendalikan agar dapat menguntungkan posisi Anda. Semakin Anda menunjukkan sekuritas dan penerimaan diri dalam sebuah interaksi, semakin lawan bicara Anda terdorong memberikan respon yang sama pada Anda.

diambil dari sini

Published in: on Desember 21, 2009 at 5:00 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

Meningkatkan Daya Tarik (Pour Homme) <-Baca untuk Cowo

Baru saja menemukan blog yang menarik untuk para guys agar bisa meningkatkan daya tarik di kalangan wanita.

Berikut kutipannya

Jika ingin membuat wanita jauh lebih tertarik pada Anda, pastikan Anda sudah menampilkan citra sebagai pria yang memiliki kekasih, sudah berada dalam hubungan romansa, atau memiliki banyak teman wanita ala seorang playboy. Saya berani bertaruh Anda selama ini berpikir dan melakukan strategi persis kebalikannya, bukan? ;)

Saya bisa mengerti mengapa Anda bisa terpikir seperti itu. Semenjak kecil Anda dibesarkan oleh orangtua agar bersikap penuh hormat, baik dan sopan kepada wanita, itu sebabnya setelah dewasa Anda berpikir bahwa hal-hal tersebut sebagai karakteristik yang diinginkan oleh para wanita. Itu sebabnya Anda sibuk membuktikan diri kepada wanita-wanita yang Anda sukai, baik lewat sikap gentleman, setia, menghilangkan imej playboy, dsb.

Sayangnya dalam perihal ketertarikan, seorang wanita tumbuh dengan sistem radar yang berbeda. Dia sudah begitu terbiasa mendapatkan kebaikan, kemudahan, kemanisan sehingga setelah sekian belas tahun, mereka menyadari bahwa semua pria bersedia melakukan hal-hal itu demi merayu mendapatkannya. Alhasil, ia berhenti mendasarkan ketertarikannya pada hal-hal tersebut.

Ia mengembangkan radar yang jauh lebih terpercaya, yakni melihat bagaimana status pria tersebut di kalangan para wanita. Istilahnya, untuk apa capek-capek menghabiskan waktu dalam pendekatan dengan seorang pria hanya untuk melihat apakah dia memiliki kualitas yang menyenangkan, jika dia sebenarnya bisa mendapatkan hasil jawaban riset secara instan dengan melirik bagaimana wanita-wanita lain terlihat menikmati waktu dengannya.

Itu sebabnya, wanita lajang lebih tertarik pada pria-pria yang sudah memiliki pasangan. Oklahoma State University menerbitkan tulisannya sebagai berikut:

Surprisingly, single women were much more interested in pursuing a relationship with a committed man than with a single man. Specifically, when researchers described the man as single, 59 percent of single women were interested in pursuing him. However, when they described the exact same man as being in a committed relationship, 90 percent of the women were interested.

Terjadi peningkatan sebanyak 31% hanya karena faktor pria tersebut sudah berpacaran dengan wanita lainnya! Itu adalah lonjakan yang luar biasa. Kedua peneliti riset tersebut memberi penjelasan bahwa wanita lajang tertarik karena pria demikian sudah teruji kelayakannya oleh wanita lain, sementara pria yang lajang -sekalipun terlihat baik, sopan, dan gentleman– masih mengandung resiko karena belum terbukti kualitasnya dalam berhubungan.

Seorang peneliti lainnya di University of Aberdeen di Skotlandia melaporkan bahwa wanita akan merasakan ketertarikan yang lebih tinggi pada seorang pria yang diberi senyuman oleh wanita lainnya. Sang psikolog menyebut hal tersebut dengan istilah ‘copycat reflex’ yang terjadi secara otomatis, diluar kesadaran sang wanita.

blog dikutip dari sini

Published in: on Desember 19, 2009 at 3:35 am  Comments (1)